♥ Jika bersama kita adalah Rasulullah ♥ Lau Kaana Bainana al-Habeeb ♥

ALHAMDULILLAH - (Opic & Amanda)

Qasidah Istighfar

Tuesday, April 13, 2010

LAYAK kAH AKU BERHARAP...



LAYAK KAH AKU BERHARAP....


Sekitar jam 11.40 pagi hingga 12.40 tengahari aku memasuki kelas Tahun 5B menggantikan masa seorang rakan ku yang terlibat dengan aktiviti luar sekolah. Masa sejam tersebut dikira dua masa, 30 minit + 30 minit. Aku tidak memberikan sebarang kerja melainkan memberi peluang pada murid ku menyiapkan kerja masing-masing. Aku sendiri sibuk menyemak latihan Pendidikan Sivik & Kewarganegaran kelas 5B tersebut.


Dalam kesibukan ku, aku disapa oleh murid ku 'D' (bukan nama sebenar).


"Cikgu...mana sijil saya?" tanya murid ku.


"Oh...'D'. Ada...nah...tahniah." Kata ku sambil menghulurkan sijil penyertaan aktiviti sempena Minggu Pendidikan Sivik & Kewarganegaaraan Tahun 4 & 5 yang berlangsung pada 05-09 April 2010 kepadanya. 'D' menyambutnya dengan senyuman bangga. Aku turut berbangga dengan kegembiraannya. Dua orang murid di kelas yang sama belum sempat diberikan sijil kerana kesibukan ku dan terpamer rasa hampa pada wajah mereka.


"Nanti cikgu bagi besok" kata ku untuk meleraikan kehampaan mereka.


12.10 tengahari murid tahap satu (Tahun 1 & 2) sudah mula keluar dari kelas masing-masing. Ketidaksabaran murid dikelas Tahun 5B membuatkan suasana menjadi bising.


"Cikgu, boleh balik sudah?" kata seorang murid.


"Belum, ada 30 minit lagi" jawab ku.


Suasana kelas semakin tidak terkawal, masing-masing dengan karenahnya. Beberapa orang murid bermain kapal yang dibuat dari kertas. Pasti kertas dari buku latihan mereka. Kapal tersebut sengaja diterbangkan ke arah kipas yang berputar. Dan pastinya kapal tersebut mersangkut pada kipas.


"Eiii....jangan main dalam kelas ba. Nanti kena mata lagi." Aku bersura agak kuat ke arah beberapa orang murid ku. Suasana nampak hambar...seolah-olah teguran ku tidak terkesan di hati mereka. Walau bagaimanapun...suasana diam seketika.


"Cikgu, saya mau pergi tandas" kata beberapa orang murid lelaki.


Aku membenarkan hanya dua orang, tetapi entah bagaimana semakin ramai yang keluar ketika aku sibuk menyemak latihan. Hampir 10 orang murid lelaki berkeliaran di luar kelas tanpa kebenaran, berkejaran sesama sendiri. Mereka mengambil kesempatan berlari dicelah murid tahap 1 yang sudah ramai berlegar-legar di luar kelas.


"Cikgu, Si 'D' pergi tendang saya tadi. Tiba-tiba cari pasal. Bikin panas ni." kata 'A' dari kelas Tahun 5A yang mengadu disebelah luar tingkap kelas 5B berhampiran meja guru.


"Tak apa, nanti cikgu panggil dia", aku cuba meredakan kemarahan 'A'. 'A' terus membawa diri masuk ke kelasnya, 5A.


" 'D' mari sini! ", aku melambaikan tangan pada 'D' namun 'D' terus melarikan diri. Menyembunyikan diri di luar kelas. Aku mengarahkan beberapa murid lelaki lain untuk memanggilnya namun tetap gagal. Akhirnya aku bertindak tegas, semua murid 5B dikehendaki masuk ke dalam kelas. 'D' masih lagi dengan sikap degilnya, tidak masuk ke kelas. Aku mengambil langkah menahan begnya agar dia akhirnya berhadapan dengan ku.


Tepat 12.40 tengahri, lonceng menandakan sesi pesekolahan tamat dibunyikan. Semua murid bangun dengan penuh semangat dan bersedia untuk balik. Barulah aku melihat wajah 'D' di tepi pintu kelas. Aku melambai ke arahnya agar dia maju menemui ku di meja guru. Kali ini dia menurut. Tanpa berkata apa-apa, dia segera menarik begnya. Tetapi aku lebih dulu menahan beg tersebut.


"Kenapa cikgu balik-balik panggil kamu, tapi kamu tak datang?" aku mula menyoalnya.

'D' hanya diam dan terlihat sedikit senyum tawar. Aku mencubit pinggangnya dengan kadar sakit yang sederhana. Sekadar niat agar dia beringat di kemudian hari. Namun wajahnya berubah muram. Aku berasa serba salah. 'Jangan plak dia berdendam, bukan itu yang aku mahu', hati ku berbisik sendiri.


Aku masih merenung wajah 'D'. Tingkah lakunya tidak tentu arah, dia membelek-belek buku latihan sivik yang baru ku periksa sebentar tadi yang kebetulan berada di atas meja guru. Aku membiarkan suasana senyap sambil memandang jam tangan ku. Tepat 30 saat keadaan diam, aku menyoal 'D'.


"Kamu mau beg kamu ka?" tanya ku.


"Mau.." jawabnya ringkas.


"Cakap, minta maaf dulu?" aku masih memerhatikannya.


"Minta maaf..." katanya dalam nada perlahan tanpa memandang ku, mungkin terpaksa melafazkannya.


Tanpa banyak soal, aku segera menghulurkan beg kepada 'D'. "Hati-hati balik ya" kata ku. 'D' terus melangkah laju meninggalkan kelas. Aku mengharnya dengan pandangan hingga kelibatnya hilang di celah-celah murid lain.


Aku duduk seketika di dalam kelas. Memikirkan semula tindakan ku sebentar tadi. Apakah aku melakukan tindakan yang betul atau sebaliknya??? Aku berharap tindakan ku berada dipihak yang benar dan berharap tiada dendam di hati 'D'. Malah aku berharap agar 'D' boleh mengubah sikapnya. Layak kah aku mengharapkan perubahnnya, sedangkan hati ku ada ragu dengan tindakan ku??


'Ermmm...semoga 'D' boleh berubah menjadi murid yang baik dan berjaya dalam pelajaran.', hanya itu doa ku.


Catatan si pendidik yang masih baru dalam dunia kerjayanya_13.04.2010 (Selasa)

Sunday, April 11, 2010

'PACARAN' SEBELUM KAWEN


بسم الله الرحمن الرحيم

Mampukah rumah tangga yang sakinah diawali dengan pacaran?

Pernah ditanyakan oleh seorang ustadz kepada kami,”Yaa ikhwan, mau tidak ente nanti menikah dengan seorang wanita yang bekas dipacari orang 6 tahun?” Kami jawab,”Na’udzubillah, sisa apanya ustadz! Tidak mau yaa ustadz!” Beliau kembali menjawab,”Makanya, ente jangan pacaran! Sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warrohmah tidak bisa dijembatani dengan kemaksiyatan kepada Allah Ta’ala.”


Masih terngiang nasihat-nasihat beliau dengan jelas, memang tidak mungkin sebuah pernikahan yang mengharapkan ridha dan barokah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala didapatkan jika diawali dengan bermaksiyat kepada-Nya, bagaimana bisa mendapatkan keindahan hidup berumah tangga jika diawali dengan menentang perintah Allah Ta’ala, padahal sudah teramat jelas larangan-larangan itu termaktub dalam Al-Qur’an Al-Kariim, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Israa’ : 32)

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya…” (QS An-Nuur : 30)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya…”(QS An-Nuur : 31)


Wahai adik-adikku generasi muda Islam, bukankah telah banyak nasihat dan contoh yang engkau dapatkan tentang kebiasaan pacaran ini, betapa pintu syaithan terbuka luas, seluas-luasnya bagi dua remaja muda-mudi yang sedang berpacaran? Kalau mereka melontarkan beberapa syubhat yang berhubungan dengan pacaran ini maka tidak lain itu hanya alas an yang muncul karena dorongan syahwat mereka belaka, bukan karena petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu bagaimana mungkin engkau akan menukar petunjuk Allah dengan syahwatmu?


Kadang ketika penulis menasihati beberapa anak-anak muda untuk bertaqwa kepada Allah Ta’ala dan menghentikan pacaran mereka membantah dengan perkataan-perkataan yang membuat penulis sedih dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala, wahai adik-adiku! Aku mencintaimu karena Allah maka terimalah nasihatku ini…


Perkataan syubhat yang sering mereka bantahkah!Syubhat Pertama : Ada yang berkata,”Ga sebegitunya seh! Yang penting kan kita tidak zina beneran!...”

Wahai adiku remaja muslim, bukankah perkataanmu di atas telah menunjukkan kesombonganmu, bahwa engkau yakin tidak akan terjerumus kepada zina? Padahal engkau telah membuka pintu syaithan untuk menjerumuskanmu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ““Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)


Memang pacaran telah melenakan banyak generasi muda Islam (bahkan ada yang sudah tidak muda lagi masih pacaran – na’udzubillahi min dzaalik), karena menurut pandangan seorang muslim awam pacaran itu memang manis dan mempesonakan, kadang lebih berbahaya daripada narkoba! Seringkali anak-anak muda melupakan dampah buruknya pacaran dan hanya memikirkan manisnya saja, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita terhadap hal yang mempesonakan ini.. sebuah kesenangan yang menipu! Tidak ada ujungnya kecuali kerusakan dan penyesalan!


Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”


Maka pacaran ini sudah termasuk bagian dari zina, mulai dari saling pandang mata, melempar senyuman, bergandengan tangan, kata-kata merayu dan memanja, sekaligus hati yang berfantasi dan berangan-angan agar lebih dari itu, maka potensi zina lebih diperbesar prosentasenya dengan kehadiran syaithan yang tidak akan pernah absen dari kegiatan seperti ini, dan akhirnya pun berujung dengan benar-benar terjadinya zina.


Mas..mbak..kakak..ading..aa’..teteh..uni..uda semua hal diatas adalah diawali dari kebiasaan meremehkan hukum-hukum yang telah diterapkan oleh Allah Ta’ala, juga kebiasaan meninggalkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan teladan bagi setiap individu muslim, dan yang terakhir adalah kebiasaan suka melupakan kehadiran pihak ketiga dalam pacaran, yaitu syaithan!


Bahkan perbuatan zina bisa dimulai dari hanya sekedar SMS atau chatting di melalui HP atau Internet, semakin terbuka lebar peluang syaithan untuk menjerumuskan manusia melalui CMBR (canda mesra dan bujuk rayu), kemudian ujung-ujungnya ITDA (isak tangis dan derai air mata), sudah merupakan hal yang umum dan telah banyak kita melihat anak-anak muda menggunakan HPnya untuk sekadar “cekikikan” dan bersayang-sayang-an dengan laki-laki atau perempuan yang bukan mahromnya. Sehingga HP kembali menjadi tertuduh no. 1 sebagai sarana penghantar kehendak syaithan ini. Maka kami menghimbau kepada orang tua agar memberikan batasan pada penggunaan HP anak-anak remaja, mereka masih rentan akan godaan syaithan, apalagi pada remaja yang masih awam terhadap ilmu agama yang syar’i.


Syubhat Kedua : Ada yang berkata,”Kalau tidak pacaran bagaimana nanti mengenal calon istri / suami, nanti kan jadi rusak rumah tangga kalau menikah tanpa saling mengenal pribadi masing-masing!”


Betapa banyak rumah tangga yang hancur karena diawali dengan pacaran, kehidupan rumah tangga mereka hambar, tidak lagi mereka merasakan indahnya malam pertama dan madunya pernikahan, penulis ingat kembali perkataan seorang ustadz,”Bagaimana tidak hambar malam pertama pernikahan mereka, lha wong sudah hapal dari ujung rambut sampai ke ujung kaki!”, akhirnya banyak pengalaman pacaran ini di ulangi oleh masing-masing pasangan (suami atau istri) dengan berselingkuh (pacaran lagi) dengan yang lain walaupun sudah memiliki suami atau istri.

Justru rumah tangga yang dimulai dengan berpacaran sering terjadi pertengkaran di dalamnya, karena ketika terjadi pertengkaran kecil masing-masing pihak saling membuka aib masa lalu mereka, tidak ada saling mengalah dan sering terjadi saling menyalahkan, apalagi pernikahan yang terjadi karena “kecelakaan”, bagaimana mungkin bisa membangun sebuah rumah yang kokoh di pinggir tebing tanah yang mudah longsor? Bagaimana mungkin suatu rumah tangga yang baik disusun dari sebuah perzinahan?Karena sudah sering pacaran dan berganti-ganti pacar sebelumnya, walaupun sudah berumah tangga, sering masih terjadi kontak dengan mantan pacar masing-masing, HP dan telepon sering menjadi penghubung CLBK (cinta lama bersemi kembali), kalau sudah begini maka bagaimana mungkin bisa menyusun suatu bahtera rumah tangga yang sakinah. Virus pacaran memang sering membuat orang ketagihan, bayang-bayang keindahan berdua saat pacaran akan selalu membayangi kehidupan rumah tangga mereka, tidak ketinggalan syaithan berperan serta dalam keadaan ini dan mengipasi syahwat masing-masing pihak yang berselingkuh agar semakin menggelora, hasilnya bisa kita lihat di lingkungan sekitar kita. Dan hukum yang sering terjadi pada laki-laki dan wanita yang gemar pacaran adalah : “rumput halaman tetangga lebih hijau!”.Justru karena telah terlalu mengenal satu sama lain sebelum menikah melalui pacaran sering membuat istri banyak melawan suaminya, banyak istri yang durhaka kepada suami karena merasa derajat mereka sama di dalam rumah tangga, tidak ada lagi ketentuan bahwa seorang laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangganya. Alasan bahwa tidak mengenal pasangan sebelum menikah akan membuat pernikahan hancur adalah sebuah kedustaan yang besar!

Sebaliknya, bunga-bunga keindahan rumah tangga yang diawali tanpa adanya pacaran semakin mekar dan bersemi mengisi hari-hari mereka, mulai dari malam pertama pernikahan mereka hingga tahun-tahun berlalu masih terasa seperti pertemuan yang pertama. Sebagian besar mereka yang menikah tanpa pacaran adalah seorang muslim yang shalih, yang memahami tentang hukum-hukum agamanya, dan tidaklah bisa memperlakukan wanita dengan baik sesuai dengan kehormatan yang diberikan Allah kepada mereka kecuali seorang lelaki yang shalih!


Karena seorang suami yang shalih jika dia menemukan sesuatu yang tidak disukainya dalam diri istrinya maka dia tidak mencelanya dan memukulnya kecuali yang menjadi hak baginya, seorang suami yang shalih akan mendidik istrinya dengan lembut sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bahasan tentang hal ini telah banyak dibahas. Maka ketahuilah wahai para wanita, mana yang akan engkau pilih, mendapatkan seorang calon suami yang gemar pacaran (sudah pasti mereka ini sering gonta-ganti pacar), atau mendapatkan seorang suami yang shalih yang mampu mengantarkanmu menuju surge Allah (insya Allah) dalam naungan ilmu agama yang syar’i? Pilihannya ada pada dirimu!


Syubhat Ketiga : Ada yang berkata,”Bagaimana kita bisa mengetahui sifat dan kejujuran calon suami / istri jika tidak pacaran?”


Ini adalah syubhat yang menggelikan, justru akan kami balik pernyataan di atas dengan pertanyaan, “Bagaimana mungkin engkau menemukan kejujuran dalam pacaran? Bagaimana mungkin engkau menemukan kejujuran dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Adalah sebuah hal yang menggelikan jika seorang wanita menuntut kejujuran kepada seorang laki-laki yang gemar bermaksiat kepada Allah Ta’ala, karena mereka telah kotor dan hatinya terkontaminasi penyakit zina, mereka ini gemar mengumbar pandangan dan nafsu, suka melanggar perintah Allah Ta’ala :

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS An-Nuur : 30)

Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang gemar mengotori dirinya (gemar pacaran) akan mampu menjadi pemimpin rumah tangga yang baik? Dan apakah mereka ini mampu mendidik anak-anak mereka menjadi muslim yang shalih? Wahai saudaraku, telah cukup kemunkaran terjadi di muka bumi ini gara-gara bentuk pergaulan yang mengikuti kaum kafirin ini, sudah saatnya engkau kembali kepada jalan Rabb-mu, kepada Al-Qur’an dan sunnah yang shahih, gemar menghadiri dauroh agama dan ta’lim, bukan malah ke mall-mall dan tempat-tempat “mojok” yang banyak syaithannya.

Sebenarnya masih banyak syubhat-syubhat lain yang dilontarkan oleh mereka yang gemar berpacaran ini, seribu satu macam alasan akan selalu ada dan datang dari hati yang kosong dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga syahwat yang menggantikan untuk berbicara, namun percayalah wahai saudaraku kaum muslimin, akan senantiasa ada para penyeru-penyeru kebaikan yang hadir dengan mengajarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesuai dengan pemahaman para pendahulu kita para salafush shalih, mereka tampil membawa pelita ilmu untuk mengarungi negeri ujian yang penuh cobaan ini, yaitu Dunia! Dan selalu sadarilah wahai saudaraku bahwa Allah Ta’ala berfirman :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS AL-Hadiid : 20).


Kata ku: Terima kasih Suci kerana telah membawa PELITA ILMU buat diri yang masih perlu banyak untuk BELAJAR dan BELAJAR lagi ilmu AGAMA ni. Sesungguhnya ilmu sebegini ni tidak semua dapat dipelajari dari ibubapa mualaf (kedua-dua mak bapa ku memeluk islam selepas kahwin). Di sekolah pendidikan mengikut silibus khas dan mungkin terlepas pandang soal tajuk 'PACARAN' seperti ini. Dan disini...saya akui saya baru mengetahuinya lebih jelas. Hurmm....lepas ni insyaAllah cuba untuk hindari pacaran dan gantikan ia pada penantian untuk membina mahligai keluarga yang sah. :)



SUMBER: Sharing from note Suci. TQ buat sahabat ku Suci :)

Nukilan asal oleh : Andi Abu Najwa. Dikongsikan bersama oleh ukhti Liza. sekadar renungan bersama.
Wallahu a’lam bish showab :Andi Abu Najwa

Saturday, April 10, 2010

USAH BERAHSIA


USAH BERAHSIA


Seorang penyair menulis sebuah puisi:


Ketika engkau tidak mampu melepaskan fikiran dari material,

Walaupun hanya sehari,

Maka jangan katakan bahawa engkau telah melepaskannya,

Tetapi katakanlah bahawa Allah akan selalu megawasi gerak-geriku.


Jangan sesekali menyangka bahawa Allah akan lalai,

dari pengawalan-Nya terhadap mu,

Walaupun hanya sekelip,

Dan tidak sesuatu pun yang kamu sembunyikan

luput daripada ilmu-Nya,

Kerana agi-Nya,

Tidak ada yang tersembunyi dan rahsia.


Apakah kamu tidak melihat bahawa hari ini sangat CEPAT BERLALU?

Sedangkan hari esok sangat DEKAT bagi mereka yang memang menantikannya.


INFO: Berzikir dengan nama Ar-Raqib dengan penuh keikhlasan hati, insyaAllah akan dijaga daripada bahaya yang akan menimpa harta peribadi dan keluarga.


Hadis & Falsafah_Majalah NUR_m/s 176_April 2010

DIARY ABSTRAK SEORANG PENCINTA


DIARY ABSTRAK SEORANG PENCINTA : SALAM 10 April (10.04.2010_Sabtu).


Bunyi telefon berdering....tertera nama seseorang yang pernah akrab dengan ku 3 tahun lepas. Tiada apa yang penting dibualkan, hanya sekadar bertanya khabar kehidupan, status diri dan kisah-kisah yang berkaitan.


30 minit bercerita sebagai kawan. Perbualan diakhiri disebabkan tuntutan tugas lain. Latihan tempatan Askar Wataniah telah selesai sekitar jam 4.00 petang dan aku perlu segera balik ke kuarters guru SK Merampong, Keningau.


Sepanjang perjalanan balik menaiki bas mini pakcik Shamsudin, aku lebih banyak mendiamkan diri kerana berasa sedikit pening. Tiba di rumah, aku bercerita ala kadar pada adik ku Masnijah tentang panggilan telfon tadi.


"Buat apa lagi dia telefon tu?" kata adik ku.


"Entah..." jawab ku ringkas. Tiba-tiba terdtik satu ingatan silam.


"10 April!! Hari ini 10 April ba kan??" aku meminta kepastian pada adik ku.


"Iya" jawab adik ku.


"Patutlah......10 April tu tarikh bermakna suatu ketika dulu." detik hatiku. Aku betul2 tidak mengingatinya sebelum ini. Ya lah...apa lagi yang perlu dikenang pada tarikh-tarikh yang tidak memberikan harapan di masa depan. Tapi tak sangka dia masih mengingatinya. Jari-jariku menekan huruf pada telefon dan mesej ku sampaikan pada si dia.


"Salam 10 April, moga silaturahim berpanjangan. Salam buat keluarga."


Setelah menghantar ayat ringkas tersebut, hatiku tiba-tiba berombak....sedikit titisan jernih meluncur dipipi. Aku tersedu-sedu seketika dalam baringan ku. Dan entah bila masa aku tertidur nyenyak. Tersedar dari lena....terasa segalanya hanya MIMPI. Mindaku kembali RASIONAL.


"Untuk apa disedihkan pada benda yang sudah berlalu. Si dia sudah bahagia dengan pilihannya." Aku memujuk diri sendiri.


Aku kembali pada rutin hidup ku. Tidak memikirkan sangat peristiwa tadi. Menyibukkan diri dengan apa jua aktiviti yang boleh dilakukan. Hurmm...hidup memang macam ni. Kadang kala keceriaan dirampas dengan kesedihan. Apapun berusahalah berlari dari rasa duka dan sedih.....belajarlah untuk mebahagiakan diri sendiri dan yakinlah pada hikmah yang disebalik ujian yang Allah berikan. (Kata-kata untuk memujuk diri sendiri....heee.) :)

Tuesday, April 6, 2010

LELAKI ACUAN AL-QURAN




LELAKI ACUAN AL-QURAN

Lelaki Acuan Al-Quran
Adalah Seorang Lelaki Yang Beriman
Yang Hatinya Disaluti Rasa Ketaqwaan
Yang Punya Iman Bersalut Ketaatan
Hatinya Bertaut Tunduk Pada Ar Rahman
Dalam Sunyi, Mahupun Bingarnya Kehidupan
Dia Tetap Malu Melakukan Kemaksiatan...

Dia Lelaki Acuan Al Quran
Yang Sujudnya Penuh Ketaatan
Yang Tidak Punya Masa Untuk Dibazirkan
Yang Matanya Kepenatan Kerana Pembacaan
Yang Suaranya Lesu Setelah Penat Mengalunkan Al Quran
Yang Tidak Takut Suarakan Kebenaran
Yang Tidak Pernah Gentar- Nafsu Dilawan



Lelaki Acuan Al-Quran
Adalah Lelaki Yang Menjaga Tuturkatanya
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Di Dada
Yang Tidak Riak Dengan Harta Dunia


Lelaki Acuan Al-Quran
Adalah Lelaki Yang Menghormati Ibubapanya
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga
Yang Bakal Menjaga Keharmonian Rumahtangga
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan Isteri Mendalami Agama
Yang Mengamalkan Hidup Penuh Sederhana
Kerana Dunia Baginya Hanyalah Rumah Sementara

Lelaki Acuan Al-Quran
Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan As-Sunnah Di Setiap Langkahnya
Yang Boleh Diajak Berbincang Dan Berbicara
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat ALLAH Ke Atasnya

Lelaki Acuan Al-Quran
Sentiasa Mengingati Kematian
Yang Baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat
Yang Menjadi Igauan
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dibajai Dan Dijaga, Di Beri Perhatian
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan
Bangun Subuhnya Penuh Kecerdasan
Meneruskan Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian
Kerana Sehari Lagi Usianya Bertambah Penuh Kematangan

Lelaki Acuan Al-Quran
Adalah Lelaki Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buaian Dunia
Kerana Dia Mengimpikan Syurga
Di Situlah Rumah Impiannya
Bersama Wanita Acuan Al-Quran Juga.




SIAPA LAGI LELAKI YANG BERADA DALAM TADAHAN DOAKU JIKA BUKAN DIRIMU..... :)
(Sharing from Suci_Note_FB_2010). :D

Friday, April 2, 2010

DILEMA PLAN SAAT AKHIR


DILEMA PLAN SAAT AKHIR (02.04.2010_Jumaat)

Pagi itu persiapan tak selesai lagi...sedikit lagi akan siap semuanya. Ermm...akhirnya, selepas solat Zohor aku benar-benar sudah bersiap. Kebetulan rakan ku Mariani singgah bermalam dirumah guruku. Boleh gak minta tolong hantar ke terminal bas Tung Ma tuk perjalanan ke KK jam 4.00 petang ni. "Cantik la perancangan ni.....dipermudahkan urusan" detik hati ku. Jalan berhampiran gereja St Francis agak sesak ketika kami melalui jalan tersebut...mungkin disebabkan sambutan Good Friday pada hari ini. 'Biar lambat...asal sampai dengan selamat'.

Setibanya di terminal, tempahan bas jam 4.00 petang sudah penuh. Mujur 4.30 petang masih ada dan masih ada 1 jam untuk aku menunggu. Setelah berjabat salam dengan sahabat ku, aku menghantar pandangan mengekori hala kereta persona sahabat ku meninggalkan aku. Aku mengambil kesempatan minum di restoran Dreamland. Segelas air lemon tea pink / sejuk selalu menjadi pilihan ku. Selesai minum aku mengheret beg beroda warna hitam jenama Polo (ala-ala beg akademi fantasia) bersama ku ke kedai telefon berhampiran. Menghabiskan masa menukar housing telefon pula. Jam 4.05 petang, bas Tung Ma sudah sedia menerima penumpang. Beg ku sudah di simpan di rruang penyimpanan bas oleh seorang pekerja yang kelihatan bisu dan menggunakan isyarat tangan.

Tiba-tiba aku bagai dikejutkan sesuatu yang penting. Jauh tertinggal di rumah. "Aduhhhhhhh...macam mana ya?? 20 minit lagi bas akan bergerak." Aku tiba-tiba cemas seketika. Segera ku hubungi seseorang di seberang sana.

"Macam mana ya....surat tu tertinggal d rumah...bas Tung Ma mau jalan sudah ni?" kata ku.

"Alaaa..itu yang paling penting. Dan itu tujuan mau kau datang sini." Katanya.

BLANK........tak tau mahu buat apa. Telefon dihujung sana diputuskan sendiri oleh suara di seberang sana. 'Marah barangkali', aku membuat andaian sendiri.

"Aku tak boleh meneruskan perjalanan ini ke KK. Meneruskan bermakna akan melukakan hati si dia...akan menghancurkan harapan si dia...akan mengeruhkan lagi keadaan. Iya...'burn' tambang pun tak apalah" aku bermonolog sendiri.

Beberapa saat aku berdiri. Kehabisan idea, segera aku ke kaunter tiket bertanyakan perjalanan bas paling akhir dan info yang ku dapat bas akhir akan bergerak sekitar jalm 5.00 petang. Dua pekerja perempuan memandang kasihan kepada ku. Mungkin juga kerana wajah ku seperti wajah orang paling sedih...iskkk.

"Suruh orang rumah pos la?" Kata si gadis yang memberi ku tiket tadi.

"Tiada orang di rumah" jawab ku dan diam seketika.

('TING'.....tercetus idea baru). "Boleh ka tunggu saya pergi ambil barang kejap di Merampong...saya naik teksi la..." kata ku.

"Tak sempat...jauh ba tu Merampong. Masa tu bas mesti sudah jalan." Aku mengakui kebenaran kata-kata si gadis di kaunter sebelah kanan ku.

Dalam situasi aku keliru...si gadis disebelah kiri kaunter sudah mengembalikan wang RM13.00 kepada ku. "Ohh..boleh ambil balik duit juga ka...makasih la ya." Aku segera mengucapkan terima kasih di atas keprihatinan mereka. Setahu ku...biasanya tambang tersebut akan dikira 'hangus' / tidak dikembalikan. Mungkin disebabkan rasa kasihan...tambang ku dikembalikan??? Apapun...ni kali pertama aku menerima pengembalian wang akibat tidak dapat menaiki bas yang dibooking.

"Perjalanan ke KK ini harus diteruskan...tapi wajib ambil surat tu dulu" tekad ku. Aku tidak menemui teksi berhampiran dan situasi itu membuatkan aku menarik beg beroda ku merentasi pekan Keningau dari terminal bas Tung Ma hingga ke parking teksi KK. Perjalanan hanya menggunakan kaki beralaskan kasut yang baru dibeli mengambil masa 20 minit. Terasa diri yang sibuk menarik beg beroda menjadi perhatian ramai....apa boleh buat. Ini saja yang dapat ku lakukan.

Tiba di kawasan terminal teksi. Beberapa pemandu berebut meluru kerah ku. "KK...KK" katanya. "Iya, ada ka yang lalu ikut Tambunan atau boleh singgah ambil barang dulu d Merampong?" Aku meminta kepastian. Namun dari raut wajah mereka...aku tahu tiada persetujuan...tiada kesanggupan. Mereka beransur meninggalkan diriku. Aku hanya mampu tersenyum sendiri.

Perjalanan ku teruskan lagi ke kawasan kereta sapu di depan pejabat pos. Sekali lagi aku jadi rebutan pada pemandu-pemandu yang mungkin tidak berlesen. Apapun...aku berusaha mencari wajah-wajah yang boleh dipercayai. Perjalanan kini meluncur laju ke destinasi. Hanya tinggal 20 minit untuk sampai jam 5.00 petang. Pastinya aku tidak mampu mengikuti perjalanan akhir bas Tung Ma.

Tiba di rumah guru, aku sempat mengerjakan solat Asar.Setelah mengambil surat yang tertinggal, aku segera mengunci rumah dan masuk ke dalam kereta kancil yang ku ikuti. Dalam perjalanan aku menerima soalan yang buat aku cuba berselindung dari jawapan sebenar.

"Suami kakak di mana?" tanya si pemandu.

"Jalan." jawabku ringkas. ('Boleh plak dia fikir saya dah kawen', hatiku berkata-kata.)

"Oh...dia bawa kereta la kan. Dia kerja di mana?" dia bertanya lagi.

"KK" jawab ku lagi.

Aku berharap tiada lagi soalan yang buat aku terus memberikan jawapan yang tidak benar. Mujurlah kini perhatian si pemandu disibukkan oleh pandangan ke arah jalan dan tiada lagi perbualan diantara kami. Kami tiba di di terminal bas mini ke Keningau-KK sekitar jam 5.15 petang. Aku segera menghulurkan tambang RM30.00 pada si pemandu tadi.

Kebetulan sebuah bas mini Keningau-KK baru sahaja merangkak memulakan perjalanan dan sempat ditahan untuk aku turut serta menaikinya. Aku segera menghulurkan tambang RM13.00 pada pemandu bas sebelum memulakan perjalanan. Penumpang hanya 5 orang termasuk diri ku dan aku satu-satunya jantina perempuan. Hanya tawakal dan doa ku bisikkan dalam hati semoga perjalanan ini tiba ke Kota Kinabalu dengan selamat.

Syukur...sekitar 7.30 malam aku tiba dengan selamat ke Kota Kinabalu. :)

Thursday, April 1, 2010

KISAH PENJUAL TEMPE



KISAH PENJUAL TEMPE
(Titipan "Nota" dari sahabat ku SUCI. Katanya, 'kiriman dari email seorang temannya'. )
Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyara hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.
Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba-tiba dia tersedar yang tempenya yang diperbuat daripada kacang soya hari itu masih belum menjadi, separuh jadi.Kebiasaannya tempe beliau telah masak sebelum bertolak. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah kesemuanya belum masak lagi.

Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman ALLAH yang menyatakan bahawa ALLAH dapat melakukan perkara-perkara ajaib,bahawa bagiNya tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , "Ya ALLAH , aku memohon kepadaMu agar kacang soya ini menjadi tempe. Ameen"

Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa ALLAH pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang soya itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang soya.

Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh ALLAH. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. "Ya ALLAH, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantu lah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang soyaku ini kepada tempe, Ameen".

Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan hairan apabila tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mula didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walaubagaimanapun kerana keyakinannya yang sangat tinggi dia bercadang untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pemergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak.

Dia berfikir mungkin keajaiban ALLAH akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. "Ya ALLAH, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Ameen". Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampai sahaja di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah menjadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada.

Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum menjadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada ALLAH kerana doanya tidak dikabulkan. Dia berasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya punca rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya cuma duduk sahaja tanpa mempamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahawa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mula kurang.

Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahawa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada ALLAH, pasti ALLAH akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, "Ya ALLAH,berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini."

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

"Maaf ya, saya ingin bertanya, Makcik ada tak menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum berjumpa lagi." Dia termenung dan terpinga-pinga seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya"Ya ALLAH, saat ini aku tidak mahu tempe ini menjadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Ameen".

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah seronoknya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Allah. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang belum menjadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, "Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?" Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di England teringin makan tempe dari desa. Memandangkan tempe itu akan dikirimkan ke England,si ibu tadi kenalah membeli tempe yang belum jadi lagi supaya apabila sampai di England nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah menjadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak elok lagi dan rasanya pun kurang sedap.

Perempuan tua itu pun kehairanan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah pun dimakbulkan oleh Tuhan...

Moral:

Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan sewaktu berdoa, padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.

Kedua: Sentiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan seharian kita sebagai hambaNya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahawa ALLAH akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancanganNya yang mungkin di luar jangkaan kita.

Ketiga : Tiada yang mustahil bagi ALLAHKeempat : Kita sering ingin ALLAH memenuhi hak kita sedang kita tidak pernah mahu memenuhi hak ALLAH seperti menjaga SEMBAHYANG 5 WAKTU , menyegerakan solat, berkata-kata perkara yang berfaedah dan berpesan ke arah kebaikan.

Kata Suci: syukran ya akhi mukminin_mukhlisin. undoubtedly !! its ALLAH Almighty responsible for the day and the night and for everthing in this universe, what ever good comes to us is because of Him and whatever bad happens to us is because of our own deeds, all Praises for Him.


Kata ku: Errrrmmm...sangat suka baca petikan Suci ni. Sedih dan terharu ada jua (rasa empati). Seolah2 "Aku menanti MENTARI hadir...rupanya aku dihadiahkan PELANGI yang indah"...Syukur....Allah lebih mengetahui hikmah yang tersembunyi.. :D